Lakukan Demokrasi Yang Benar, PKS Pemira Pilih Cawalkot Bandar Lampung

0
134

Seluruh elemen pengelola organisasi di lingkungan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) harus menjalankan roda organisasi secara baik dan benar. Hal ini seperti yang diamanatkan oleh Presiden PKS, Sohibul Iman, yang disampaikan ulang oleh Ketua Umum PKS Lampung, Ahmad Mufti Salim pada sambutannya di acara pembukaan Pemilihan Raya Internal Partai Keadilan Sejahtera Kota Bandar Lampung bertajuk Penjaringan Bacawalkot dan Bacawawalkot Bandar Lampung, Ahad (15/9) di Aula Kantor DPD PKS Kota Bandar Lampung.

“PKS harus dikelola secara modern, baik dan benar. Baik dimulai dari niat kebaikan yang melandasi setiap aktivitas di PKS dan benar dalam tata cara pengelolaannya,” ungkap Mufti Salim.

Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia ini menuturkan bahwa benar dalam tata cara pengelolaan organisasi PKS, dimaknai PKS harus dikelola secara benar, benar dalam aturan hukum positif, benar dalam konsensus dan kesepakatan-kesepakatan juga benar dalam aturan-aturan dan nilai-nilai Islam.

Dia juga menuturkan bahwa model pemilihan raya internal dalam setiap pengambilan kebijakan di PKS khususnya saat menentukan calon kepala daerah, menjadikan PKS memiliki tanggung jawab terhadap keberlangsungan demokrasi yang lebih besar dibandingkan dengan yang lain.

“Inilah demokrasi partisipatif dari PKS, dimana model pemira internal merupakan cara yang dipersiapkan oleh organisasi untuk mendengar aspirasi konstituennya, sebagai bahan pengambilan kebijakan. Inilah cara yang benar dalam mengelola organisasi,” tutur laki-laki yang pernah mondok di Krapyak Yogyakarta ini.

Sesuai dengan Pasal 10 UU Partai Politik Nomor 2 Tahun 2008, sebagaimana telah dirubah menjadi UU Nomor 2 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik disebutkan bahwa tujuan khusus Partai Politik diantaranya adalah meningkatkan partisipsi politik anggota dan masyarakat dalam rangkan penyelenggaraan kegiatan politik dan pemerintahan, membangun etika dan budaya pilitik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Kemudian di pasal 11nya Partai Politik berfungsi sebagai sarana pendidikan politik bagi anggota dan masyarakat luas agar menjadi warga negara Indonesia yang sadar akan hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Disamping itu sebagai sarana penyerap, penghimpun dan penyalur aspirasi politik masyarakat dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan negara, juga sebagai sarana rekrutmen dalam proses pengisian jabatan politik melalui mekanisme demokrasi dengan memperhatikan kesetaraan dan keadilan gender.

“Beberapa nama yang masuk dalam radar PKS Kota Bandar Lampung pada Pada Pemira Internal, kaitannya dengan keadilan gender diantaranya ada Nenden Tresnanursari salah satu pegiat di Kaukus Perempuan Politik Lampung, lalu Detti Febrina dan Linda Wuni dan beberana nama lain untuk Bakal Calon dari internal PKS,” kata Ketua PKS Kota Bandar Lampung, Aep Saripudin.

Sementara, dari eksternal terdapat nama Elti Dwiana, Eva Dwiana, Jihan Nurlela dan Zam Zanariah.

Dari pelaksanaan Pemira PKS Kota Bandar Lampung, didapatkan hasil 5 besar sebagai berikut:

Bakal Calon Walikota internal PKS berturut-turut: Ade Utami Ibnu, Ahmad Jajuli, Ahmad Mufti Salim, Hantoni Hasan dan Muchlas Bastari.

Sedangkan untuk Bakal Calon Walikota eksternal berturut-turut: Eva Dwiana, Andi Surya, Rycko Menoza, Rachmat Mirzani dan Yusuf Kohar.

Untuk Bakal Calon Wakil Walikota dari internal PKS sebagai berikut: Ade Utami Ibnu, Muchlas Bastari, Ahmad Mufti Salim, Hantoni Hasan dan Ahmad Jajuli.

Sementara Baka Calon Wakil Walikota eksternal yaitu: Eva Dwiana, Rahmat Mirzani, Andi Surya, Rycko Menoza, Jihan Nurlela dan Zam Zanariah.

LEAVE A REPLY