Ade Utami Ibnu, Santri Sarungan Penggagas Mobil Baca

0
133
  1. Dikenal dengan sebutan ‘Kang Ade’ oleh kebanyakan masyarakat Lampung, apakah panggilan tersebut karena terdapat darah Sunda?

Sehari-hari memang bahasa ibu saya berbahasa Sunda,  selain itu juga berbahasa Jawa. Tetapi Jawa Serang, atau biasa disebut ‘Jaseng’. Saya memang berasal dari Sunda Serang, orang tua semua di Serang. Karena saya membiasakan anak saya untuk menggunakan bahasa ibu tersebut, yaitu bahasa Sunda Serang. Agar bahasa tersebut tidak punah. Tetapi, jika berkumpul bersama orang Jawa saya berbahasa Jawa, bahkan berkumpul dengan orang lampung saya menggunakan bahasa Lampung. Karena ada ketertarikan sendiri dengan candaan khas orang-orang Lampung.

Ada sebuah kata bijak yang saya ingat hingga sekarang. Walaupun bahasa persatuan kita adalah bahasa Indonesia, tapi jangan sampai bahasa ibu atau bahasa daerah kita itu menjadi langka. Maka itu kita wajib melestarikan warisanbudaya kita salah satunya bahasa daerah.

  1. Selain sebagai ketua fraksi PKS, aktifitas kang Ade juga sebagai ketua PRSI Lampung. Adakah kaitan jabatan tersebut dengan hobi?

Perlu diluruskan, sebenarnya saya termasuk oranng yang takut renang, bahkan saya hampir meninggal karena tenggelam saat berenang sewaktu masih sekolah menenangah pertama. Jadi, saya sebenarnya adalah orang yang tidak bisa berenang, tapi saya sering mengantar anak saya berenang, disitulah saya mulai belajar. Jadi, saat anak saya sudah bisa berenang, pada saat itulah saya juga bisa berenang. Nah, disaat itulah saya sering berinteraksi dengan orang-orang di arena kolam renang.

Pada saat itulah teman-teman meminta saya untuk memimpin persatuan renang Lampung. Saya katakan kepada mereka yang meminta saya, bahwa saya tidak mahir berenang. Hanya sekedar bisa. Tapi mereka katakan bahwa mereka butuh sosok untuk memimpin, mengayomi, bisa menjadi bapak, dan bisa membawa renang Lampung mencapai kejayaanya. Akhirnya saya dipilih menjadi ketua PRSI (Persatuan Renang Seluruh Indonesia) Wilayah Lampung. Seiring berjalannya waktu dan seringnya sayaberinteraksi dengan kawan-kawan PRSI, saya barulah menyadari ternyata olah raga renang sangatlah bagus rekomendasi buat semua kalangan. Saat itulah saya merutinkan renang untuk kesehatan pribadi.

  1. Dikenal sebagai kader PKS, Kang Ade juga seorang penggagas mobil baca masyarakat, adakah kendala dan kisah menarik dalam mengkampanyekan minat baca melalui mobil baca tersebut?

Awalnya saya terinspirasi dari teman-teman yang sudah lebih dahulu memulai. Ontel pustaka, motor pustaka, becak, dan lain sebagainya. Darisitulah saya tergerak hati. Mereka yang seadanya saja bisa bermanfaat buat masyarakat, seharusnya kita lebih bisa dari itu. Memang saya sudah hobi membaca sedari zaman sekolah, saat saya nyantri, saya sering menggelar lapak buku bacaan. Bukan untuk saya jual tapi memang untuk dibaca dengan teman-teman setelah itu kita diskusikan apa yang kita baca bersama. Mangkanya saat saya kuliah, keinginan untuk kampanye minat baca semakin menggebu. Nah, dengan banyaknya buku-buku saya sejak zaman santri, yang menumpuk dilemari, akhirnya saya berfikir bagaimana buku-buku ini juga bisa dibaca oarng lain. Dari situlah saya memulai mobil baca masyarakat agar bisa dibaca oleh masyarakat luas.

Setelah mobil baca tersebut beroperasi, respon masyarakat pun beragam. Anak-anak menyukai bacaan yang penuh gambar identik dengan anak-anak, ibu-ibu sukanya resep masakan, dan bapak-bapak yang memuat banyak informasi. Mangkanya, saya selalu menambah koleksi agar mereka tetap terakomodir. Buku-buku anak-anak juga saya selektif untuk memberikan. Jika anak-anak menyukai komik dan cerita bergambar, maka saya gunakan buku yang membangun karakte. Bukan sekedar bergambar.

Saat ini, mobil baca juga ada tambahan muatan. Bukan hanya sekedar perpusatakaan berjalan, tetapi juga ada kampung dolanan. Kampung dolanan dimaksudkan agar anak-anak tidak bosan. Di dalamnya ada permainan tradisional seperti egrang, ular naga raksasa, congklak dan masih banyak lagi. Hal ini bertujuan agar anak-anak memiliki kesukaan terhadap permainan tradisional di tengah-tengah serangan permainan digital seperti game online. Semuanya bersifat keceriaan. karena saya ingin mereka tidak menjadikan membaca itu sebuah  paksaan tetapi sebuah kesenangan. Mulai dari mencintai buku dengan adanya fasilitas mobil baca, dan juga mencintai permainan tradisional yang sangat baik untuk perkembangan otak, karakter dan tubuh anak-anak.

Ada sebuah cerita menarik dari perjalanan mobil baca, jadi, anak-anak yang datang dan mengerumuni perpustakaan mobil baca keliling tersebut, juga membawa orang tua mereka baik ayahnya maupun ibunya.

Relawan-relawan rumah baca yang terdiri dari mahasiswa di berbagai kampus, pemuda turut andil dalam melestarikan budaya baca ini. Mereka membuat selebaran untuk mengundang warga, dan juga membuat perpusatakaan sendiri di tempat tinggal mereka. Awalnya saya pinjamkan bukunya, kemudian setelah mereka sudah mampu mengadakan koleksi bukku sendiri, buku tersebut dikembalikan. Jadi, buku tersebut terus berputar.

  1. PKS terkenal dengan anak rohis yang tumbuh di sekolah-sekolah umum. Sementara kang Ade juga seorang santri pondok pesantren yang belajar agama cukup lama. Bagaimana kang Ade dapat bergabung di PKS?

Saya menjadi santri cukup lama.  Semenjak lulus sekolah dasar. Saya menjadi santri di Pondok Pesantren Attahiriyah, Kaloran asuhan KH. TB. Hasuri Thahir. Pesantren tradisional,yang identik dengan sarungan dan kemandirian. Tapi saya juga sekolah di sekolah umum. Di SMP Negeri 2. Jadi, waktu saya benar-benar terjaga. Pagi saya sudah bangun qiyam lail, belajar kitab-kitab, kemudian sekolah, setelah itu kembalilagike pondok belajar kitab lagi, belajar bahasa Arab, nahwu, sharaf, Alquran, Hadits dan Fiqh. Kemudian malam belajar juga, istirahat dan bangun lagi jam 3 Subuh. Memang waktu saya lebih banyak di dalam Pesantren.

Lalu saya bergabung di Partai Politik khususnya PKS.partai dakwah ini karena saya ingin bergabung dengan orang-orang yang mendamba negara ini menjadi lebih baik dalam hal apapun. Saya memiliki keyakinan karena PKS lahir pasca reformasi dan saya termasuk orang yang bergerak di tahun-tahun reformasi. Mengapa reformasi? Karena saya ingin ada Indonesia baru yang lebih baik, dapat mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia bukan hanya Indonesia yang milik segelintir orang. Karena saat itu rakyat Indonesia sedang menjerit akibat dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Nah, cita-cita reformasi ini harus dibangun. Maka itulah PKS lahir dari rahim reformasi. Hingga saat iini, semangat reformasi itu masih menggelora di diri para aktifis PKS.

Saat ini, aktifis bukan masanya lagi memberikan catatan-catatan kritis. Tapi sudah waktunya turut berkontribusi untuk negara kita ini. Salah satunya masuk kedalam sistem bernegara. PKS tidak ingin mengganti orang. Karena jika hanya untuk mengganti orang tetapi karakternya masih sama, tetap tidak bisa berjalan dengan baik.  Tapi ada hal yang mendasar yaitu transformasi yaitu perubahan yang mendasar sesuai dengan profesionalitas dan moralitas. Mudah-mudahan teman-teman PKS tetap istiqomah , karena masyarakat menanti transformasi tersebut. Maka, siapapun yang menginginkan perubahan yang fundamental, menjadikan negara ini lebih baik, mari bergabung di Partai Keadilan Sejatera.

  1. Apa yang akan kang Ade perjuangkan untuk masyarakat Lampung bersama Partai Keadilan Sejahtera?

Secara institusi yang akan kita perjuangkan bersama partai dakwah ini adalah platform perjuangan Partai Keadilan Sejahtera. Dalam platform perjuangan Partai Keadilan Sejahtera politik adalah adalah upaya untuk kehidupan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera. oleh karena itu, siapapun yang ditugaskan oleh partai untuk duduk di eksekutif maupun legislatif  adalah semata-mata untuk kesejahteraan masyarakat. Bukan untuk adu kekuatan maupun kehebatan. Tetapi dengan amanah yang diberikan kepada kader PKS ataupun pejabat-pejabat publik dari PKS ini seberapa besar kebermanfaatannya di masyarakat. Begitupun yang di legislatif, kebijakan yang diambil oleh eksekutif haruslah diawasi jika kebijakan tersebut tidak mensejahterakan masyarakat. Ini adalah misi dari kader-kader PKS yang duduk di legislatif maupun eksekutif jadi bukan untuk kepentingan diri sendiri.  Ini adalah platform perjuangan Partai Keadilan Sejahtera yang harus dibawa kemanapun oleh kader PKS.

  1. Bagaimana upaya kang Ade dalam meyakinkan masyarakat akar rumput bahwa PKS berbeda dengan lainnya?

Kita berupaya menjawab semua pertanyaan masyarakat dengan kinerja, dengan bukti, dengan pelayanan untuk masyarakat. Dan alhamdulillah sudah banyak bukti di masyarakat bagaimana PKS melayani, mengadvokasi bukan sekedar retorika bahkan masyarakat sudah mengakuinya. Di samping itu, publikasi haruslah tetap dijalani. Publikasi bukan sekedar info, tetapi sarana mengedukasi masyarakat.

Jika pubikasi hanya sebatas informasi, maka akan terkesan sebuah pencitraan. Salah satu bukti bahwa PKS mengakomodir aspirasi masyarakat adalah saat fraksi PKS menjalankan hari aspirasi yaitu hari senin.  Terlihat jelas tidak ada jarak antara pejabat dari PKS dengan masyarakat. Masyarakat senantiasa mengadukan segala keluhan mereka baik masalah ekonomi maupun lainnya, bahkan terkadang masalah pribadi. Dan disitulah saya merasa bahagia bahwa PKS telah dipercaya oleh masyarakat Lampung. Karena masyarakat hariini bukan hanya membutukan orang-orang yang pintar tetapi juga orang yang memiliki karakter kejujuran. Ini dibuktikan dengan kinerja kader PKS di lapangan yang tak butuh tepuk tangan tapi yang mampu membawa aspirasi mereka.

LEAVE A REPLY