Tuesday, April 28, 2026
spot_img

Bang Jamil Dorong Industri Kreatif Pesawaran

PESAWARAN (9/5) – Anggota DPR RI, Daerah Pemilihan Lampung 1, Almuzzammil Yusuf begitu surprise dengan keberadaan Komunitas Film Indie Pesawaran, apalagi telah menelurkan karya-karya sinematografi berskala nasional. Terlebih mimpi-mimpi para penggiatnya menjadikan salah satu kecamatan di Pesawaran menjadi kampung artis.

Demikian disampaikan Almuzzammil Yusuf saat menjadi salah satu narasumber dalam sesi diskusi yang diadakan oleh Komunitas Film Indie Pesawaran di Balai Adat, Way Lima, sabtu malam (9/5). Calon Bupati Pesawaran yang di usung PKS ini juga menyampaikan betapa selama ini, sebagai Anggota DPR dirinya sangat antusias dengan kreatifitas-kreatifitas anak bangsa termasuk di Lampung wa bil khusus di Pesawaran. “Selama ini kami sangat antusias/konsen membina anak-anak bangsa yang kreatif, salah satu yang pernah kami lakukan mengadakan lomba pop reliji yang kemudian kami seleksi dan yang terbaik kami publish melalui channel youtube.

Pada kesempatan itu, Sekretaris Fraksi PKS MPR menyampaikan pula perihal potensi ekonomi kreatif yang perlu di kembangkan di Pesawaran, diantaranya cinematografi. Bang Jamil, sapaan akrab Almuzzammil menuturkan jika di Pesawaran sesungguhnya dapat lebih menjajikan dibandingkan dengan Bollywood, India. “Kami pernah ke India dan mencoba melihat proses pembuatan film bollywood. Hanya dengan satu bukit kecil, bisa memproduksi puluhan bahkan ratusan setting film, sementara Pesawaran ini bukit dimana-dimana, tentu lebih berprospek lagi untuk menjadi studio film”. Ia menambahkan dengan jumlah bukit yang tak terhitung, setiap sudut bisa di buatkan studio dengan setting berbeda-beda tergantung kebutuhan.

Menurutnya, di dunia ini tiga jenis industri dengan nilai produksi dan omset paling besar adalah industry telekomunikasi, senjata dan industri kreatif. Di Indonesia, Menurut Muzzammil tahun lalu saja nilai pasar  industri kreatif di Indonesia mencapai 700 trilyun. “Nilai pasar industri kreatif di Indonesia mencapai 700 trilyun pada tahun lalu. Artinya begitu besar potensi yang dapat di gali dari industri kreatif semacam produksi film, sehingga kami perlu mendorong di Lampung khususnya Pesawaran lebih produktif memproduksi karya-karya kreatif seperti film sehingga kelak akan menjadi industri yang lebih prospektif” papar Muzzammil.

Sementara itu dalam diskusi tersebut, salah satu penggiat Komunitas Film Indie Pesawaran, Apri Pejer, nama sapaan Apriansyah, menyatakah selama ini komunitas Film Indie Pesawaran telah memproduksi 25 episode film berbahasa Lampung. Selama itupula tak pernah dibayar dan untuk sekedar makan harus bawa dari rumah masing-masing. Demikian pula dukungan dari Pemerintah Kabupaten melalui dinas terkait, belum pernah sama sekali mereka di dukung. “meskipun belum didukung oleh Pemerintah Kabupaten melalui dinas terkait mereka tetap dan akan terus berjalan dan berkarya” kata Apri Pejer.

Untuk diketahui, setelah sesi diskusi selesai, acara dilanjutkan dengan pemutaran film produksi Komunitas Film Indie Pesawaran berjudul Suudzan yang bercerita tentang seorang pencari ikan sungai dengan alat bumbung dan suudzon dengan orang lain karena tak satupun ikan yang tertangkap dari alat bumbung yang ia pasang. Ia menuduh bahwa orang tersebut telah mengambilnya. Film yang berdurasi 20 menit ini semua dialog menggunakan bahasa Lampung.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

7,962FollowersFollow
3,350FollowersFollow
5,550SubscribersSubscribe
- LOGO PKS -spot_img

Latest Articles