Sohibul: Faktor Umat, Koalisi dan Kader Kunci Melejitnya Suara PKS

0
63
(ki-ka) Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid, Pimpinan Asyafiiyah KH Abdul Rasyid Syafei dan Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman dalam acara Halal bi Halal Fraksi PKS di Jakarta, Senin (9/7) (M Hilal/PKSFoto)

Jakarta — Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman memberikan penekanan faktor umat, koalisi dan lima ruh kader dalam kemenangan PKS. Sohibul Iman menyampaikan hal tersebut dalam Halal bi Halal Fraksi PKS DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (9/7/2019).

Bagi Sohibul, melonjaknya suara PKS pada Pemilu 2019 dipengaruhi beberapa faktor. Pertama ia menyebut kesadaran politik umat yang terbangun. Faktor kedua adalah keberasamaan dalam koalisi serta lima kondisi internal yang turut mendukung kemenangan.

Doktor lulusan Jepang ini menjelaskan, kondisi internal yang dimaksud adalah ruh militansi kader, ruh soliditas struktur, ruh keberpihakan kepada umat dan rakyat, ruh kreativitas dan inovasi dan ruh konsistensi.

Ia kemudian memesankan khususnya kepada kader dan simpatisan agar terus memegang lima ruh tersebut dalam menghadapi tantangan politik. berikutnya. “InshaAllah akan bisa lebih baik ke depan,” papar dia.

“Walaupun PKS tidak memiliki calon (presiden dan wakil presiden-red), tetapi kita tetap mendapatkan kenaikan suara yang signifikan. Ini tentu berkat kebersamaan dalam koalisi, doa dan dukungan umat dan masyarakat serta kader yang istikamah,” papar dia menambahkan.

Sohibul Iman sangat optimistis, berbekal hal tersebut suara PKS akan semakin signifikan ke depan. “Mungkin bisa menjadi 15 juta atau bahkan bisa menjadi 45 juta pada pemilu 2024,” ujar dia.

Selain Presiden PKS, Halal Bi Halal Fraksi PKS DPR RI dihadiri Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid, Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini dan Bendahara Umum DPP PKS Mahfudz Abdurrahman.

Selain dihadiri jajaran pimpinan dan anggota fraksi PKS, hadir pula dalam acara ini Pimpinan Asyafiiyah KH Abdul Rasyid Syafei, Ketua FUI KH Nazar Haris dan ketua MUI Jakarta Munahar Muhtar.

LEAVE A REPLY