Jadi Cawagub, Kehendak Tuhan Agar Jajuli Bayar Hutang Ilmu

0
245
Calon Wagub Ahmad Jajuli mencium kening anak kecil setelah acara konsolidasi di Lampung Barat
Calon Wagub Ahmad Jajuli mencium kening anak kecil setelah acara konsolidasi di Lampung Barat
Calon Wagub Ahmad Jajuli mencium kening anak kecil setelah acara konsolidasi di Lampung Barat

KOTABUMI (27/1) — Hampir 3 periode atau lima belas tahun Ahmad Jajuli berada di lembaga legislatif. Satu periode atau 5 tahun di DPRD Lampung dan dua periode atau 10 tahun di DPD (Dewan Perwakilan Daerah) RI.

Selama hampir 15 tahun itulah, Ahmad Jajuli menimba ilmu tentang pengelolaan dan tata pemerintahan dari berbagai daerah di Indonesia bahkan hingga mancanegara.

“Selama hampir 15 tahun saya di legislatif, 5 tahun di DPRD Lampung, dan 10 tahun di DPD RI, atas biaya negara saya banyak menimba ilmu tentang tata kelola pemerintahan dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan hingga ke luar negeri,” kata Ustadz AJa, Sabtu (27/1) di Aula Islamic Center, Lampung Utara pada Konsolidasi Pemenangan PKS Untuk Mustafa Aja.

Menurut Jajuli, bahwa ilmu yang ia dapatkan selama hampir 15 tahun, awalnya ia niatkan cukuplah sebagai kenangan manis, oleh-oleh perjalanan hidupnya di dunia politik menjelang khusnuk khatimah dari DPD RI.

“Saya merasa, DPD RI periode ke dua ini adalah waktu terbaik untuk landing atau mulai turun dari penerbangan, hingar-bingar politik. Cukuplah saya berkebun, menikmati masa tua, namun ndilalahnya saya diminta Ketua Umum dan Sekretaris Umum DPW PKS Lampung, Gus Mufti dan Ustadz Ade untuk mendampingi Kaka Mustafa, sebagai Cawagub beliau,” kata mantan pendidik salah satu bimbingan belajar di Bandar Lampung.

Sehingga pada akhirnya dia berfikir bahwa mungkin Tuhan sedang memintanya untuk melunasi hutang ilmu yang ia dapatkan selama di lembaga legislatif.

“Saya diberi kesempatan untuk belajar selama di lembaga legislatif keliling di berbagai daerah dan juga di berbagai negara, bertemu dengan kepala-kepala daerah, bagaimana mengelola pemerintahan dengan segala pernak-perniknya,” tutur Jajuli.

“Karena pada awalnya merasa perlu landing dari hingar-bingar politik, maka ketika permintaan dari Gus Mufti dan Pak Ade maka saya kembalikan kepada Allah SWT, mungkin dengan permintaan menjadi Cawagub bersama Kaka Mustafa Allah meminta saya mengaplikasikan ilmu yang selama ini didapatkan, tidak hanya menjadi kenangan manis sekaligus agar melunasi hutang ilmu yang didapatkan,” tuturnya lagi (*)

LEAVE A REPLY