Kapolresta Bandar Lampung AKBP Murbani Budi Pitono mengawal keberangkatan ribuan massa Aksi Super Damai 212 yang akan menuju Jakarta menggunakan tol laut di Pelabuhan Panjang, Kamis (1/12).
Murbani beserta personil kepolisian lainnya memantau serta memastikan massa berangkat dengan aman dan lancar. Meski sebelumnya pihak kepolisian menganjurkan massa untuk tidak berangkat mengikuti aksi, Murbani tidak dapat melarang massa yang akan menyampaikan aspirasinya.
Apalagi, telah ada kesepakatan antara GNPF MUI dengan Kapolri tentang diperkenankannya Aksi Bela Islam Jilid III dengan tema Dzikir Kubro dan Gelar Sajadah bertempat di Monas.
Murbani berpesan agar peserta mematuhi aturan dalam menyampaikan aspirasi dan tertib baik selama perjalanan maupun saat di lokasi acara. “Semua harus tertib hingga kembali ke kediaman masing-masing dengan selamat,” pesannya.
Pesan yang sama juga disampaikan Ahmad Mufti Salim, Anggota DPRD Provinsi Lampung yang saat itu ikut memantau keberangkatan peserta. Ia berharap apa yang menjadi harapan dan doa para peserta dzikir kubro dapat dikabulkan. “Semoga perjalannya aman dan lancar, serta apa yang diharapkan dalam doa dan dzikir kubro terkabul,” kata Mufti.
Anggota DPRD Lampung lainnya, Johan Sulaiman yang juga ikut memantau menyampaikan dukungannya atas penyampaian aspirasi dalam bentu istigosah. Menurutnya cara tersebut lebih efektif dalam menyampaikan aspirasi serta meminimalisir terjadinya bentrok. “Aksi kali ini akan jauh lebih damai dari sebelumnya,” katanya
Massa yang berasal dari seluruh kabupaten/kota se-Lampung itu memilih jalur tol laut Panjang karena bus yang sedianya mengangkut massa menuju Pelabuhan Bakauheni membatalkan kesepakatan sepihak pada Rabu malam (30/11).




