Junaidi Auly dan Bank Indonesia Sosialisasikan Pencegahan Uang Palsu

0
451

 

IMG-20160518-WA0064

BANDARLAMPUNG – Masyarakat yang pragmatis dalam momen pemilihan kepala daerah kerap dimanfaatkan untuk peredaran uang palsu.

Anggota Komisi XI DPR-RI Junaidi Auli menjelaskan masyarakat sendiri menjadi korban money politic.

“Ga enak bener sudah diiming-imingi uang oleh calon kepala daerah ga taunya ternyata uang itu palsu,” kata Junaidi Auli F-PKS dalam sosialisasi keaslian rupiah sebagai bentuk antisipasi peredaran uang palsu di masyarakat pada Senin (16/5/2016).

Jun juga memaparkan bahwa di Lampung sendiri tahun 2015 lalu tercatat ada 3.015 uang palsu yang beredar di masyarakat.

“Memang belum terlalu besar peredaran uang palsu dibandingkan di kota besar, namun kondisi tersebut perlu diantisipasi dengan mengenal secara fisik mana uang asli dan uang palsu,” katanya lagi.

Selain momen pilkada, maraknya peredaran uang palsu sering ditemukan memasuki bulan suci Ramadhan dan lebaran

Hendra Desta perwakilan dari Bank Indonesia Provinsi Lampung memperkenalkan uang asli dengan menanyakan gambar pahlawan dari masing-masing pecahan mata uang rupiah.

“Mengenal pahlawan pada masing-masing pecahan uang bentuk kecintaan kita terhadap mata uang rupiah.

Dia juga menjelaskan motif pelaku dalam memperluas peredaran uang alsu untuk mendapatkan keuntungan lebih.

“Ada pengakuan dari pelaku, paling sedikit dia mencetak uang palsu 20 lembar dan hanya membayar Rp500 ribu saja tetapi dia bisa mendapatkan Rp1,5 juta dalam sekali mengedarkan uang palsu,” kata dia.

Secara awam mengenal uang asli dapat dikenali melalui 3D ditrawang, diraba dan dilihat.

Dalam sosialisi mengenali uang asli diikuti dari berbagai elemen masyarakat dari kabupaten dan kota serta unsur mahasiswa.

LEAVE A REPLY