LAMPUNG UTARA (5/5) — Calon Wakil Gubernur Lampung Ahmad Jajuli ajak masyarakat berpikir ulang untuk menerima bayara politik dalam perhelatan pilgub Lampung Juni mendatang.
Menurutnya money politik Rp50 ribu saat kampanye tidak sebanding dengan APBD masyarakat yang nilainya Rp8.1triliun.
“Bu, pak, dan sahabat semua uang kita di Lampung yang terhimpun di APBD ada 8,1 Trilyun, rela nggak kalau 8,1 trilyun uang bapak, ibu dan sahabat sekalian diganti dengan 50 ribu?” tanya Jajuli kepada 200 an peserta Ketupat (Ketemu Paslon Nomor 4) Kece di salah satu kampung di Lampung Utara.
“Nggak..” spontan 200 an warga menjawab.
“Karena ibu merasa lebih penting APBD 8,1 trilyun maka saya Ahmad Jajuli penting mengingatkan agar uang yang ada di APBD Lampung tidak kemana-mana tapi ke ibu, bapak dan sahabat sekalian mohon dibantu untuk mempercayakan suara ibu, bapak dan sahabat-sahabat sekalian kepada paslon nomor 4 di 27 Juni yang ada gambar hati,” kata Jajuli.
Ketua Mathlaul Anwar Lampung inipun menjelaskan APBD di Lampung bisa dimanfaatkan secara langsung tidak sampai Rp1 triliun.
Jajuli lalu memaparkan tentang manfaat Kartu Jaminan 4 atau KJ4, diantaranya jaminan pendidikan yang bisa dianggarkan setiap tahunnya dari APBD.
“Kami, Insya Allah menyiapkan anggaran untuk 1 rumah 1 sarjana sebagai jaminan pendidikan. Melalui kartu KJ4 ini bakal menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, maju dan berdaya saing dalam menghadapi bonus demografi atau melimpahnya usia-usia produktif di tahun 2035 – 2045 mendatang,” katanya lagi.
Ia menambahkan bahwa sesungguhnya uangnya ada, tersedia, tergantung komitmen pemimpinnya. “Jangan sampai ibu, bapak dan sahabat sekalian merasakan 50 ribu atau 100 ribu langsung ditangan, lalu anggaran untuk 1 rumah, 1 sarjana jadi tak terlaksana oleh sebab suara diberikan kepada yang memberikan uang 50 ribu dan 100 ribu, kemudian yang memberikan uang tersebut terpilih,” pungkas Jajuli. ()




