BANDAR LAMPUNG – Untuk mewujudkan Lampung sebagai lumbung ternak nasional, khususnya sapi, setidaknya Lampung harus memenuhi kemampuan produksi ternak 1,5 juta ekor sapi diluar feedlot.
Menurut Anggota Komisi 2 DPRD Lampung, Akhmadi Sumaryanto, dalam hearing dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi Lampung, Selasa (4/11), terungkap bahwa produksi ternak Lampung baru mencapai angka 700 ribu ekor sapi. Akhmadipun menuturkan dengan produksi 700 ribu ekor tersebut masih belum mampu mencukupi kebutuhan Sumatera, termasuk Banten dan Jakarta. “Perkiraan kami, berdasarkan penuturan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Lampung masih mampu memproduksi hewan hingga 1,5 juta ekor sapi” Kata Sekretaris Fraksi PKS.
Dalam hearing tersebut, terungkap pula untuk dapat mencapai target produksi sapi 1,5 juta ekor tawaran dari Disnakeswan adalah melalui produktivitas massa bunting ternak (sapi). Jika secara normal, setiap 2 tahun sekali ternak sapi mengalami bunting, namun dengan perlakuan-perlakuan tertentu, sapi dapat bunting setahun sekali. “Tentu untuk mengupayakan perlakuan-perlakuan tersebut terdapat prasyarat yang harus dipenuhi, seperti ketersediaan sperma beku yang baik dan berkualitas, jumlah inseminator yang memadai, serta support sistem yang baik” ungkap Akhmadi.
Sementara terkait dengan inseminator, informasi dari dinas, secara rutin para inseminator diberikan uang insentif sebesar Rp.150 ribu perbulan dari provinsi dan sebagian inseminator memperoleh Rp. 750 ribu dari pusat.
“Ke depan, akan kami usulkan adanya penambahan insentif dari APBD Perubahan 2015 bagi para para inseminator, dengan harapan dapat lebih optimal mendukung upaya pencapaian Lampung sebagai lumbung ternak” pungkas Akhmadi.[]



